Rodaku kini berputar, tidak lagi
berada dibawah bergesekan dengan aspal yang membuatku sakit. Terimakasih kamu
sudah bersedia menemaniku, iya bukan mengobatiku. Karena aku yakin telah
mengobati diriku sendiri kemudian mengizinkanmu menemaniku. Mungkin akan sulit
bagi kita menjalani ini, kamu pasti mengerti apa yang aku maksud. Tapi apa
salahnya kita mencoba dan berusaha. Setidaknya kita masih menginjakkan kaki di
pulau yang sama dan menatap langit yang sama. Sejujurnya aku hanya bisa tertawa
ketika kamu mengatakannya, entah apa yang membuat kamu yakin padahal kamu tahu
pasti apa yang akan kita jalani tidaklah mudah. Terimakasih sudah percaya
padaku, sebisa mungkin akan ku jaga kepercayaan itu. Terimakasih telah
meletakkanku dalam hatimu, selalu berusaha menghiburku, menghargai perasaanku
(hal yang mungkin jarang ku dapatkan). Tidak ada lagi air mata yang menetes,
yang ada hanya senyum di bibirku. Kini aku hanya bisa bersyukur karena bertemu
denganmu.
Biarlah jarak terbentang diantara kita, yang pasti rinduku tetap milikmu. Biarlah waktu menjalani tugasnya, agar setiap pertemuan akan terasa sangat berharga.
0 comments:
Posting Komentar