Apa sih sebenernya teknologi pangan itu?
Mungkin untuk sebagian orang teknologi pangan masih terdengar asing dan rancu akan maknanya, padahal secara tersirat manusia sudah menerapkan teknologi pangan dalam kehidupannya sehari hari. Percaya ga kalau dari cara kita memasak atau menyimpan makanan itu termasuk penerapan teknologi pangan loh, bingung ya? yuk kita bahas disini.
Teknologi pangan merupakan bidang yang mempelajari mengenai ilmu, teknologi, mekanisme, cara untuk mengolah bahan bahan hasil pertanian yang tentunya juga akan menjadi bahan pangan. Teknologi pangan itu luaaas sekali cakupannya. dari segi fisik, kimia, maupun biologis. Kita bahas dari segi fisik dulu yaa...
Dari segi fisik, dalam teknologi pangan perubahan fisik suata bahan pangan sangat diperhatikan. Kalau kamu melihat orang, pasti yang pertama kali kamu perhatikan fisiknya atau penampilannya. Sama halnya seperti makanan, untuk menarik perhatian konsumen produk pangan harus dibuat semenarik mungkin. Kondisi fisik makanan ini dibahas dalam teknologi pangan mengenai bagaimana caranya agar warna bahan makanan tidak pudar, atau bagaimana agar warnanya menarik, bagaimana agar teksturnya sesuai dan bisa diterima konsumen. Selain itu dalam teknologi pangan juga dibahas mengenai kemasan bahan pangan. Kemasan apa yang sesuai untuk produk pangan A, atau kemasan apa yang sesuai untuk produk minuman B. Bagaimana agar produk C tetap awet dan dapat mempertahankan teksturnya ketika di bungkus di dalam kemasan. Bagaimana mengubah bahan baku yang sifatnya cair menjadi padat. Untuk mengetahui kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi pada produk pangan, maka kita juga perlu mengetahui sifat kimia dan biologisnya.
Kalau kita berbicara mengenai sifat kimia, maka yang terbersit dalam pikiran kita tentunya adalah kandungan dalam bahan. Yap! kandungan dalam bahan pangan itu sangat penting untuk diketahui, dengan kita mengatuhi sifat kimianya, maka kita akan tau perlakuan apa yang paling sesuai untuk mengolah bahan tersebut. Misalnya, gula dapat digunakan sebagai pengawet alami, oleh karena itu kamu bisa memanfaatkan buah-buahan untuk dijadikan manisan, agar umur simpannya lebih lama.
Sedangkat sifat bilogis yang dimaksud adalah sifat dari bahan pangan itu sendiri serta mikroba yang ada di sekitar kita. Tentunya jarang sekali atau bahkan tidak ada makanan yang bisa 100% bebas dari mikroba, tapi jangan khawatir. Tubuh kita tetap mampu mengonsumsi makanan yang mengandung mikroba dengan batas tertentu, kalau melebihi ambang batas yang terjadi pada umumnya adalah diare, demam, keracunan atau bahkan bisa menyebabkan kematian. Contoh dari pembahasan sifat biologis ini misalnya, ketika kamu membeli daging sebaiknya segera disimpan dalam freezer jika tidak ingin langsung memasaknya, karena terlalu lama berada di suhu ruang menghasilkan suasana yang sesuai bagi mikroba yang ada pada daging untuk berkembang biak, jika mikroba yang ada sudah terlalu banyak, akibatnya akan menyebabkan daging berlendir, beraroma tidak sedap atau busuk. Jika daging segera disimpan dalam freezer, mikroba yang ada pada daging akan mengalami dormansi (berhentinya metabolisme atau pertumbuhan mikroorganisme karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai), sehingga akan lebih panjang umur simpannya.
Kira-kira seperti itu yaa dasar-dasar memahami teknolgi pangan secara mudah. Menarik kan? jadi bisa tahu deh dibalik proses masak memasak yang sehari-hari kita lakukan itu ada apa sih...
Sedangkat sifat bilogis yang dimaksud adalah sifat dari bahan pangan itu sendiri serta mikroba yang ada di sekitar kita. Tentunya jarang sekali atau bahkan tidak ada makanan yang bisa 100% bebas dari mikroba, tapi jangan khawatir. Tubuh kita tetap mampu mengonsumsi makanan yang mengandung mikroba dengan batas tertentu, kalau melebihi ambang batas yang terjadi pada umumnya adalah diare, demam, keracunan atau bahkan bisa menyebabkan kematian. Contoh dari pembahasan sifat biologis ini misalnya, ketika kamu membeli daging sebaiknya segera disimpan dalam freezer jika tidak ingin langsung memasaknya, karena terlalu lama berada di suhu ruang menghasilkan suasana yang sesuai bagi mikroba yang ada pada daging untuk berkembang biak, jika mikroba yang ada sudah terlalu banyak, akibatnya akan menyebabkan daging berlendir, beraroma tidak sedap atau busuk. Jika daging segera disimpan dalam freezer, mikroba yang ada pada daging akan mengalami dormansi (berhentinya metabolisme atau pertumbuhan mikroorganisme karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai), sehingga akan lebih panjang umur simpannya.
Kira-kira seperti itu yaa dasar-dasar memahami teknolgi pangan secara mudah. Menarik kan? jadi bisa tahu deh dibalik proses masak memasak yang sehari-hari kita lakukan itu ada apa sih...