Sabtu, 14 September 2019

Teknologi Pangan?

Posted by finiandari at 06.17 0 comments
Apa sih sebenernya teknologi pangan itu?
Mungkin untuk sebagian orang teknologi pangan masih terdengar asing dan rancu akan maknanya, padahal secara tersirat manusia sudah menerapkan teknologi pangan dalam kehidupannya sehari hari. Percaya ga kalau dari cara kita memasak atau menyimpan makanan itu termasuk penerapan teknologi pangan loh, bingung ya? yuk kita bahas disini. 

Teknologi pangan merupakan bidang yang mempelajari mengenai ilmu, teknologi, mekanisme, cara untuk mengolah bahan bahan hasil pertanian yang tentunya juga akan menjadi bahan pangan. Teknologi pangan itu luaaas sekali cakupannya. dari segi fisik, kimia, maupun biologis. Kita bahas dari segi fisik dulu yaa...

Dari segi fisik, dalam teknologi pangan perubahan fisik suata bahan pangan sangat diperhatikan. Kalau kamu melihat orang, pasti yang pertama kali kamu perhatikan fisiknya atau penampilannya. Sama halnya seperti makanan, untuk menarik perhatian konsumen produk pangan harus dibuat semenarik mungkin. Kondisi fisik makanan ini dibahas dalam teknologi pangan mengenai bagaimana caranya agar warna bahan makanan tidak pudar, atau bagaimana agar warnanya menarik, bagaimana agar teksturnya sesuai dan bisa diterima konsumen. Selain itu dalam teknologi pangan juga dibahas mengenai kemasan bahan pangan. Kemasan apa yang sesuai untuk produk pangan A, atau kemasan apa yang sesuai untuk produk minuman B. Bagaimana agar produk C tetap awet dan dapat mempertahankan teksturnya ketika di bungkus di dalam kemasan. Bagaimana mengubah bahan baku yang sifatnya cair menjadi padat. Untuk mengetahui kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi pada produk pangan, maka kita juga perlu mengetahui sifat kimia dan biologisnya.

Kalau kita berbicara mengenai sifat kimia, maka yang terbersit dalam pikiran kita tentunya adalah kandungan dalam bahan. Yap! kandungan dalam bahan pangan itu sangat penting untuk diketahui, dengan kita mengatuhi sifat kimianya, maka kita akan tau perlakuan apa yang paling sesuai untuk mengolah bahan tersebut. Misalnya, gula dapat digunakan sebagai pengawet alami, oleh karena itu kamu bisa memanfaatkan buah-buahan untuk dijadikan manisan, agar umur simpannya lebih lama.

Sedangkat sifat bilogis yang dimaksud adalah sifat dari bahan pangan itu sendiri serta mikroba yang ada di sekitar kita. Tentunya jarang sekali atau bahkan tidak ada makanan yang bisa 100% bebas dari mikroba, tapi jangan khawatir. Tubuh kita tetap mampu mengonsumsi makanan yang mengandung mikroba dengan batas tertentu, kalau melebihi ambang batas yang terjadi pada umumnya adalah diare, demam, keracunan atau bahkan bisa menyebabkan kematian. Contoh dari pembahasan sifat biologis ini misalnya, ketika kamu membeli daging sebaiknya segera disimpan dalam freezer jika tidak ingin langsung memasaknya, karena terlalu lama berada di suhu ruang menghasilkan suasana yang sesuai bagi mikroba yang ada pada daging untuk berkembang biak, jika mikroba yang ada sudah terlalu banyak, akibatnya akan menyebabkan daging berlendir, beraroma tidak sedap atau busuk. Jika daging segera disimpan dalam freezer, mikroba yang ada pada daging akan mengalami dormansi (berhentinya metabolisme atau pertumbuhan mikroorganisme karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai), sehingga akan lebih panjang umur simpannya.

Kira-kira seperti itu yaa dasar-dasar memahami teknolgi pangan secara mudah. Menarik kan? jadi bisa tahu deh dibalik proses masak memasak yang sehari-hari kita lakukan itu ada apa sih...

Minggu, 21 Oktober 2018

Posted by finiandari at 06.58 0 comments
Jika hadirku membuatmu sakit, maafkan aku. Aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu. Jika hadirku membuatmu dalam kondisi rumit, maafkan aku. Memang ini adanya kondisi diriku.
Jika hadirku justru menyinggung dan merendahkanmu, maafkan aku. Aku hanya mencoba mendorongmu untuk terus menjadi yang lebih baik.
Jika hadirku membuatmu bahagia, maafkan aku. Bisa jadi itu hanya kebahagiaan sementara.
Jika hadirku membuatmu sedih, maafkan aku. Aku juga merasakan hal serupa. Bukan, bukan karena sesuatu yang buruk tentangmu, ini karena aku dan hatiku.

Hatiku yang sangat berharap padamu. Hingga aku sadar tidak seharusnya seperti itu. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang direncanakan Tuhan untuk kita. Harusnya sejak awal aku berharap kepadaNya. Aku sangat yakin, bagaimanapun usaha kita tetap Tuhan yang menentukan. Hal itu yang menjadi ketakutanku, jika kamu bukanlah yang ditentukan Tuhan untukku. Lantas bagaimana?

Mungkin satu satunya cara adalah dengan membujuk Tuhan. Bukan dengan tekad kuat kita untuk bersatu, bukan dengan usaha kita saling menjaga, juga bukan dengan cara kita menunjukkan kasih sayang kepada satu sama lain. Semua itu tidak akan ada artinya bila Tuhan tidak menghendaki. Lantas apa yang aku inginkan? Aku hanya ingin kita sama sama memperbaiki diri dan hanya berharap kepadaNya. Bukannya saling mengharapkan.

Aku ingin perasaan ini bukan hanya untuk di dunia, tapi juga di akhirat.

Minggu, 23 September 2018

Bahagiaku

Posted by finiandari at 06.14 0 comments
Akan tiba saatnya semua rasa sakitmu hilang tergantikan oleh rasa bahagia. Percayalah, bahwa semua orang berhak bahagia, jangan pernah membiarkan dirimu dalam belenggu rasa sakit. Percaya pada dirimu bahwa kau tidak berhak dibelenggu rasa sakit. Yakinlah dirimu akan bahagia dengan segala pilihanmu, dengan begitu hidup akan lebih indah.

Terimakasih aku ucapkan pada sosok yang telah hadir untuk membuatku bahagia hingga detik ini, dan aku harap hingga detik saat ajal memisahkan kita.

Senin, 21 Agustus 2017

Terimakasih, Kamu...

Posted by finiandari at 22.09 0 comments


Rodaku kini berputar, tidak lagi berada dibawah bergesekan dengan aspal yang membuatku sakit. Terimakasih kamu sudah bersedia menemaniku, iya bukan mengobatiku. Karena aku yakin telah mengobati diriku sendiri kemudian mengizinkanmu menemaniku. Mungkin akan sulit bagi kita menjalani ini, kamu pasti mengerti apa yang aku maksud. Tapi apa salahnya kita mencoba dan berusaha. Setidaknya kita masih menginjakkan kaki di pulau yang sama dan menatap langit yang sama. Sejujurnya aku hanya bisa tertawa ketika kamu mengatakannya, entah apa yang membuat kamu yakin padahal kamu tahu pasti apa yang akan kita jalani tidaklah mudah. Terimakasih sudah percaya padaku, sebisa mungkin akan ku jaga kepercayaan itu. Terimakasih telah meletakkanku dalam hatimu, selalu berusaha menghiburku, menghargai perasaanku (hal yang mungkin jarang ku dapatkan). Tidak ada lagi air mata yang menetes, yang ada hanya senyum di bibirku. Kini aku hanya bisa bersyukur karena bertemu denganmu. 


Biarlah jarak terbentang diantara kita, yang pasti rinduku tetap milikmu. Biarlah waktu menjalani tugasnya, agar setiap pertemuan akan terasa sangat berharga.

Senin, 30 Januari 2017

Berdamai dengan segala perubahan

Posted by finiandari at 07.22 0 comments


Sadar atau tidak sadar, sesuatu di sekitar kita akan berubah. Ingin atau tidak ingin, semua itu harus kamu terima. Bukan soal menyesali yang sudah terjadi, tidak ada gunanya. Semua ini tentang bagaimana kita menerima perubahan tersebut, mengikhlaskan dan mengikuti jalan yang ditentukan olehNya.

Boleh jadi hal yang paling kita gemari saat ini akan menjadi hal yang membosankan esok. Sesuatu yang menjadi favorit kita saat ini akan menjadi sesuatu yang paling tidak disukai esok. Seseorang yang kita sayang saat ini akan menjadi seseorang yang kita benci esok. Seseorang yang paling dekat dengan kita saat ini akan menjadi seseorang yang asing bagi kita esok. Tidak seorangpun ingin perubahan yang demikian, tapi jalan hidup tetaplah kehendakNya. Tidak ada yang bisa menyangkal, yang bisa kita lakukan hanya ikhlas menerima. Berdamai dengan segala perubahan.

Aku ingin sedikit bercerita mengenai kisahku. Genap sudah 5 bulanku penuh dengan segala perubahan. Perubahan yang tidak aku harapkan tentunya. Setidaknya itu yang kupikirkan sejak awal. Segala perubahan ini menyadarkanku, membuatku berpikir apa maksud dari semua ini. Sungguh, jika itu adalah pertanyaan yang sama yang terbersit di benakmu, kamu tidak akan mendapatkan jawabannya selain dari dirimu sendiri. Itu yang aku rasakan. Sejauh apapun kamu berlari, sehebat apapun kamu menghindar, sekokoh apapun benteng yang kamu buat, semua itu sia-sia. Justru kebalikan dari hal-hal tersebutlah yang harus kamu lakukan. Prosesnya memang terasa berat, memaksakan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu inginkan, tapi aku yakin dibalik itu semua ada secercah harapan. Aku harap kita bisa memaknai segalanya dengan baik, akan selalu ada sisi positif dibalik setiap sesuatu, cobalah fokus pada sisi tersebut meskipun sulit. Tentunya akan sangat sulit jika masih ada bongkah kebencian dalam hati kita. Perlahan-lahan cobalah untuk memaafkan dirimu, memaafkan sekitarmu, jangan pernah menyesali masa lalu. Hal terpenting adalah bagaimana kamu belajar dari masa lalumu sehingga kamu menjadi seseorang yang hebat di masa depan. Tidak perlu hebat di mata orang lain. Jadilah hebat bagi dirimu sendiri.

Setidaknya itu yang terbersit dalam pikiranku ketika aku mencoba untuk menguatkan diri sendiri. Sebagian dari kamu pasti pernah merasakan, seberapa banyak pun orang yang menguatkanmu, tetap tidak ada gunanya jika bukan kamu sendiri yang memaksa dirimu untuk lebih kuat.


 

bloomingbloom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos