Sadar atau tidak sadar, sesuatu di sekitar kita akan berubah. Ingin atau
tidak ingin, semua itu harus kamu terima. Bukan soal menyesali yang sudah
terjadi, tidak ada gunanya. Semua ini tentang bagaimana kita menerima perubahan
tersebut, mengikhlaskan dan mengikuti jalan yang ditentukan olehNya.
Boleh jadi hal yang paling kita gemari saat ini akan menjadi hal yang
membosankan esok. Sesuatu yang menjadi favorit kita saat ini akan menjadi
sesuatu yang paling tidak disukai esok. Seseorang yang kita sayang saat ini
akan menjadi seseorang yang kita benci esok. Seseorang yang paling dekat dengan
kita saat ini akan menjadi seseorang yang asing bagi kita esok. Tidak
seorangpun ingin perubahan yang demikian, tapi jalan hidup tetaplah
kehendakNya. Tidak ada yang bisa menyangkal, yang bisa kita lakukan hanya
ikhlas menerima. Berdamai dengan segala perubahan.
Aku ingin sedikit bercerita mengenai kisahku. Genap sudah 5 bulanku penuh
dengan segala perubahan. Perubahan yang tidak aku harapkan tentunya. Setidaknya
itu yang kupikirkan sejak awal. Segala perubahan ini menyadarkanku, membuatku
berpikir apa maksud dari semua ini. Sungguh, jika itu adalah pertanyaan yang
sama yang terbersit di benakmu, kamu tidak akan mendapatkan jawabannya selain
dari dirimu sendiri. Itu yang aku rasakan. Sejauh apapun kamu berlari, sehebat
apapun kamu menghindar, sekokoh apapun benteng yang kamu buat, semua itu
sia-sia. Justru kebalikan dari hal-hal tersebutlah yang harus kamu lakukan.
Prosesnya memang terasa berat, memaksakan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu
inginkan, tapi aku yakin dibalik itu semua ada secercah harapan. Aku harap kita
bisa memaknai segalanya dengan baik, akan selalu ada sisi positif dibalik
setiap sesuatu, cobalah fokus pada sisi tersebut meskipun sulit. Tentunya akan
sangat sulit jika masih ada bongkah kebencian dalam hati kita. Perlahan-lahan
cobalah untuk memaafkan dirimu, memaafkan sekitarmu, jangan pernah menyesali
masa lalu. Hal terpenting adalah bagaimana kamu belajar dari masa lalumu
sehingga kamu menjadi seseorang yang hebat di masa depan. Tidak perlu hebat di
mata orang lain. Jadilah hebat bagi dirimu sendiri.
Setidaknya itu yang terbersit dalam pikiranku ketika aku mencoba untuk
menguatkan diri sendiri. Sebagian dari kamu pasti pernah merasakan, seberapa
banyak pun orang yang menguatkanmu, tetap tidak ada gunanya jika bukan kamu
sendiri yang memaksa dirimu untuk lebih kuat.