Senin, 21 Agustus 2017

Terimakasih, Kamu...

Posted by finiandari at 22.09 0 comments


Rodaku kini berputar, tidak lagi berada dibawah bergesekan dengan aspal yang membuatku sakit. Terimakasih kamu sudah bersedia menemaniku, iya bukan mengobatiku. Karena aku yakin telah mengobati diriku sendiri kemudian mengizinkanmu menemaniku. Mungkin akan sulit bagi kita menjalani ini, kamu pasti mengerti apa yang aku maksud. Tapi apa salahnya kita mencoba dan berusaha. Setidaknya kita masih menginjakkan kaki di pulau yang sama dan menatap langit yang sama. Sejujurnya aku hanya bisa tertawa ketika kamu mengatakannya, entah apa yang membuat kamu yakin padahal kamu tahu pasti apa yang akan kita jalani tidaklah mudah. Terimakasih sudah percaya padaku, sebisa mungkin akan ku jaga kepercayaan itu. Terimakasih telah meletakkanku dalam hatimu, selalu berusaha menghiburku, menghargai perasaanku (hal yang mungkin jarang ku dapatkan). Tidak ada lagi air mata yang menetes, yang ada hanya senyum di bibirku. Kini aku hanya bisa bersyukur karena bertemu denganmu. 


Biarlah jarak terbentang diantara kita, yang pasti rinduku tetap milikmu. Biarlah waktu menjalani tugasnya, agar setiap pertemuan akan terasa sangat berharga.

Senin, 30 Januari 2017

Berdamai dengan segala perubahan

Posted by finiandari at 07.22 0 comments


Sadar atau tidak sadar, sesuatu di sekitar kita akan berubah. Ingin atau tidak ingin, semua itu harus kamu terima. Bukan soal menyesali yang sudah terjadi, tidak ada gunanya. Semua ini tentang bagaimana kita menerima perubahan tersebut, mengikhlaskan dan mengikuti jalan yang ditentukan olehNya.

Boleh jadi hal yang paling kita gemari saat ini akan menjadi hal yang membosankan esok. Sesuatu yang menjadi favorit kita saat ini akan menjadi sesuatu yang paling tidak disukai esok. Seseorang yang kita sayang saat ini akan menjadi seseorang yang kita benci esok. Seseorang yang paling dekat dengan kita saat ini akan menjadi seseorang yang asing bagi kita esok. Tidak seorangpun ingin perubahan yang demikian, tapi jalan hidup tetaplah kehendakNya. Tidak ada yang bisa menyangkal, yang bisa kita lakukan hanya ikhlas menerima. Berdamai dengan segala perubahan.

Aku ingin sedikit bercerita mengenai kisahku. Genap sudah 5 bulanku penuh dengan segala perubahan. Perubahan yang tidak aku harapkan tentunya. Setidaknya itu yang kupikirkan sejak awal. Segala perubahan ini menyadarkanku, membuatku berpikir apa maksud dari semua ini. Sungguh, jika itu adalah pertanyaan yang sama yang terbersit di benakmu, kamu tidak akan mendapatkan jawabannya selain dari dirimu sendiri. Itu yang aku rasakan. Sejauh apapun kamu berlari, sehebat apapun kamu menghindar, sekokoh apapun benteng yang kamu buat, semua itu sia-sia. Justru kebalikan dari hal-hal tersebutlah yang harus kamu lakukan. Prosesnya memang terasa berat, memaksakan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu inginkan, tapi aku yakin dibalik itu semua ada secercah harapan. Aku harap kita bisa memaknai segalanya dengan baik, akan selalu ada sisi positif dibalik setiap sesuatu, cobalah fokus pada sisi tersebut meskipun sulit. Tentunya akan sangat sulit jika masih ada bongkah kebencian dalam hati kita. Perlahan-lahan cobalah untuk memaafkan dirimu, memaafkan sekitarmu, jangan pernah menyesali masa lalu. Hal terpenting adalah bagaimana kamu belajar dari masa lalumu sehingga kamu menjadi seseorang yang hebat di masa depan. Tidak perlu hebat di mata orang lain. Jadilah hebat bagi dirimu sendiri.

Setidaknya itu yang terbersit dalam pikiranku ketika aku mencoba untuk menguatkan diri sendiri. Sebagian dari kamu pasti pernah merasakan, seberapa banyak pun orang yang menguatkanmu, tetap tidak ada gunanya jika bukan kamu sendiri yang memaksa dirimu untuk lebih kuat.


 

bloomingbloom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos