Senin, 30 Januari 2017

Berdamai dengan segala perubahan

Posted by finiandari at 07.22 0 comments


Sadar atau tidak sadar, sesuatu di sekitar kita akan berubah. Ingin atau tidak ingin, semua itu harus kamu terima. Bukan soal menyesali yang sudah terjadi, tidak ada gunanya. Semua ini tentang bagaimana kita menerima perubahan tersebut, mengikhlaskan dan mengikuti jalan yang ditentukan olehNya.

Boleh jadi hal yang paling kita gemari saat ini akan menjadi hal yang membosankan esok. Sesuatu yang menjadi favorit kita saat ini akan menjadi sesuatu yang paling tidak disukai esok. Seseorang yang kita sayang saat ini akan menjadi seseorang yang kita benci esok. Seseorang yang paling dekat dengan kita saat ini akan menjadi seseorang yang asing bagi kita esok. Tidak seorangpun ingin perubahan yang demikian, tapi jalan hidup tetaplah kehendakNya. Tidak ada yang bisa menyangkal, yang bisa kita lakukan hanya ikhlas menerima. Berdamai dengan segala perubahan.

Aku ingin sedikit bercerita mengenai kisahku. Genap sudah 5 bulanku penuh dengan segala perubahan. Perubahan yang tidak aku harapkan tentunya. Setidaknya itu yang kupikirkan sejak awal. Segala perubahan ini menyadarkanku, membuatku berpikir apa maksud dari semua ini. Sungguh, jika itu adalah pertanyaan yang sama yang terbersit di benakmu, kamu tidak akan mendapatkan jawabannya selain dari dirimu sendiri. Itu yang aku rasakan. Sejauh apapun kamu berlari, sehebat apapun kamu menghindar, sekokoh apapun benteng yang kamu buat, semua itu sia-sia. Justru kebalikan dari hal-hal tersebutlah yang harus kamu lakukan. Prosesnya memang terasa berat, memaksakan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu inginkan, tapi aku yakin dibalik itu semua ada secercah harapan. Aku harap kita bisa memaknai segalanya dengan baik, akan selalu ada sisi positif dibalik setiap sesuatu, cobalah fokus pada sisi tersebut meskipun sulit. Tentunya akan sangat sulit jika masih ada bongkah kebencian dalam hati kita. Perlahan-lahan cobalah untuk memaafkan dirimu, memaafkan sekitarmu, jangan pernah menyesali masa lalu. Hal terpenting adalah bagaimana kamu belajar dari masa lalumu sehingga kamu menjadi seseorang yang hebat di masa depan. Tidak perlu hebat di mata orang lain. Jadilah hebat bagi dirimu sendiri.

Setidaknya itu yang terbersit dalam pikiranku ketika aku mencoba untuk menguatkan diri sendiri. Sebagian dari kamu pasti pernah merasakan, seberapa banyak pun orang yang menguatkanmu, tetap tidak ada gunanya jika bukan kamu sendiri yang memaksa dirimu untuk lebih kuat.


Sabtu, 01 Oktober 2016

Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Posted by finiandari at 21.26 0 comments

Pada akhirnya, sebagian orang akan merasakan hal yang mereka takutkan. Sebesar apapun usaha mereka untuk menghindarinya, tetap tak ada yang bisa menghindari kehendak-Nya. Terkadang kita terlalu menganggap sesuatu yang kita takutkan adalah hal yang buruk bagi kita. Tidak ada yang tahu jika suatu saat nanti hal yang kita takutkan justru akan menjadi hal terbaik bagi kita. 

Kehilangan bisa menjadi suatu yang paling berat bagi seseorang. Selalu ada makna dibalik setiap yang hilang, hilang untuk meninggalkan atau hilang untuk melepaskan, hilang untuk menyakitkan atau hilang untuk menguatkan, hilang untuk pergi atau hilang untuk berjuang. Tidak ada yang tahu pasti makna dibaliknya, yang bisa kita lakukan hanya mencoba untuk memaknai yang terbaik. Terbaik bagiku dan terbaik baginya. Berkembang bersama tanpa harus bersatu. Tidak perlu lagi memaksakan sesuatu yang tak bisa dipaksa. Lepaskan dan ikhlaskan, bukan meninggalkan. Jika tiba saatnya, kelak yang terbaik akan menghampiri. Terbaik bagiku, terbaik bagimu, dan terbaik bagi-Nya.

Jumat, 11 Desember 2015

first flower

Posted by finiandari at 10.00 0 comments
Hooooooooi ya ampun kebiasaan bgt ya jarang nulis di blog, padahal banyak kejadian seru yang bisa di ceritain tapi ya gitu, kalo ngga pas lagi males atau pas mau nulis udah ga berasa feelnya ujung-ujungnya males juga haha.
Aku mau cerita tentang ficky aja deh hari ini, seenggaknya biar di blog ini ada cerita tentang dia yang bisa aku baca suatu saat nanti haha. Bakalan panjang banget sih sebenernya kalo diceritain semua haha. Awalnya yang bikin aku tiba-tiba mau cerita tentang dia itu gara-gara tadi abis dikasih bunga sama manusia jelek itu. Lucu banget asli, aku kira dia ga bakal kayak gitu, ternyata bisa sweet juga dia :'). Tadi tuh pas mau cari makan dia jemput kan, trs aku baru ngeh pas jalan tuh kok dia bawa tas, padahal tadi dia abis dari kos rifa terus nanti pulangnya juga ke kos rifa. Pas aku tanya ngapain bawa tas, dia bilangnya "oiya ya gatau reflek aja tadi bawa", yaudah tuh. Abis itu makan, ngobrol, trs pulang. Pas sampe depan kosku, dia ga langsung balik, ngehubungin rifa dulu abis itu dia bilang "kamu tadi nanya kan kenapa aku bawa tas? coba deh buka aku bawa apa" yaudah kan aku agak lama gitu buka tasnya resletingnya susah, aku ga mikir apa-apa, malahan aku mikirnya dia cuma mau nunjukin kalo bawa laptop di tas (?) atau bawa barang apa gitu entahlah (?) pas udah dibantuin buka tasnya eh gataunya ada bunga! hahahaha lucu banget asli aku langsung ketawa doang, dia juga ga ngomong apa-apa ngasihnya. Terus aku tanya "lah tumben banget dah, dalam rangka apaan?" katanya sih dalam rangka 5 bulanan (?) wkwkwk padahal udah lewat 2 hari, dan dari tanggal 9 itu baru ketemu pas makan tadi :") makasih ya fik menghibur banget, aku jadi mau ketawa terus ingetnya wkwkwk. Btw selama 5 bulan ini pertama kalinya dia ngasih bunga gitu wkwk lucu bgt jadinya, mana pas ngasihnya juga ga ada manis-manisnya dia malah bilang "ini palingan besok juga layu" wkwk kan rese.

Sebenernya aku mau cerita dari awal banget bisa sama dia, tapi ini udah malem, mager wkwk nanti ajadeh kapan-kapan

Jumat, 10 Oktober 2014

Ulasan singkat ilmu & teknologi pangan

Posted by finiandari at 20.11 0 comments
Ilmu & teknologi pangan tuh apa ya? masak-masakan bukan sih? pokoknya tentang makanan gitu ya?

Aku mau jelasin disini nih tentang ilmu & teknologi pangan (ITP). Kalau di kampusku sendiri ITP itu masuk ke dalam program studi dibawah jurusan teknologi hasil pertanian (THP). Di prodi ITP ini nanti terbagi lagi menjadi 3 minat studi, ada teknologi pengolahan pangan (TPP), nutrisi pangan, bioteknologi pangan.

Sekarang aku bahas tentang ITP dulu aja ya. Mungkin kamu sering dengar istilah teknik pangan, ilmu pangan, teknologi pangan, teknologi hasil pertanian, atau teknologi pengolahan hasil pertanian? Jujur waktu aku mau menentukan jurusan juga sempet bingung dengan nama-nama jurusan diatas. Yang aku tau, aku mau teknik pangan. Aku udah browsing pengertian dari masing-masing nama diatas beserta perbedaannya, tapi masih belum terlalu paham. Setelah aku masuk ke dunia tersebut, baru deh aku ngerti maksud dari nama-nama diatas. Jadi semua nama itu memiliki definisi yang serupa tapi tak sama.

Secara umum, namanya ilmu pangan. Dari namanya udah tau dong apa yang dikupas tuntas? Jadi ilmu pangan ini ngebahas segala aspek tentang pangan. Dari sifat fisis, biologis, dan kimiawi. Selain itu juga mempelajari proses pengolahan bahan baku untuk dijadikan produk pangan (bukan hanya sekedar masak-masakan kayak ngolah sayur jadi sop gitu loh ya). Produk pangan yang dimaksud adalah produk pangan industri, baik skala kecil maupun skala besar. Jadi kita belajar mengolah bahan baku dengan menggunakan mesin-mesin dan berbagai macam teknik. Pengolahan pangan juga terbagi lagi menjadi beberapa proses, diantaranya adalah proses pengawetan dan proses pengemasan. Di dalam proses tersebut terbagi lagi menjadi beberapa teknik pengolahannya. Contohnya di proses pengawetan, ada teknik fermentasi, radiasi, sterilisasi, dsb. Agak ribet ya? tapi seru kok kalau kalian memang minat :) Nah itu tadi ulasan singkat tentang jurusan pangan atau hasil pertanian. Toh produk pangan juga bahan bakunya dari hasil pertanian kan? jadi sama aja ya intinya :) oleh karena itu untuk sarjana ilmu pangan gelarnya sama seperti teknologi pertanian, yaitu S.Tp

Sebagai bahan pertimbangan, ilmu pangan itu sangat bermanfaat loh, karena berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup kita. Manusia ga akan bisa hidup tanpa makanan kan, jadi intinya ilmu pangan ga ada matinya. Jangan takut kalau nantinya kamu akan jadi pengangguran. Lahan kita luas dan sangat umum kok :)

Sebenarnya udah lumayan banyak loh perguruan tinggi yang menyediakan jurusan/prodi ini. Bahkan di PTS pun juga ada. Tapi perlu kita ketahui, ilmu pangan di PTN yang sudah terakreditasi A dan diakui oleh IFT (International Food Technology) baru ada di IPB dan UB. Semoga dari PTN/PTS lain bisa segera menyusul. Supaya ilmu pangan di Indonesia bisa berkembang dengan baik.

Transisi

Posted by finiandari at 00.41 0 comments
Mau cerita nih, pertama kali masuk dunia kuliah, pertama kali jauh dari orangtua, pertama kali jadi anak kost, pertama kali bener-bener ngurus hidup sendiri, semuanya jauh dari apa yang pernah dibayangkan.

Buat yang baru mau masuk kuliah, pastinya mikir kalo kuliah tuh asik, nyantai, gausah pake seragam, bebas, jauh dari orangtua, ngga ada yang ngebawelin, sesukanya bangetlah pokoknya, that's all in your head, but actually no! I tell you that isn't true at all. Berhubung masih fresh from the oven, baru netas dari SMA sekitar 5 bulan lalu, aku ngerasain banget bedanya SMA dan kuliah. Bisa di bilang dalam rentang waktu yang baru beberapa bulan ini merupakan masa transisi dari sekolah ke kuliah. Aku mau cerita apa yang aku rasakan dan alami langsung.

Pertama, di kost itu rasanya gaenak, sepi, lingkungan baru bukan rumah sendiri, di setiap kost itu ada aturannya, gabisa seenak jidat kayak dirumah. Awal-awal pasti berasa banget bedanya, berasa banget homesicknya. Tapi kalo dibiasain, lama-lama juga biasa ajasih. Aku juga awal-awal bete di kost, tapi mau keluyuran terus juga ga mungkin, temen-temen punya urusan sendiri-sendiri, ga mungkin kan kalo kita ngehambat kegiatan mereka cuma buat nemenin kita keluyuran ga jelas. Tapi mau keluyuran sendiri juga mana enak, kayak orang ilang. Jadilah ngendap di kamar, menyibukkan diri. Tapi berhubung udah mulai banyak tugas, aku betah-betah aja sih di kamar, ngerjain tugas yang kayak kasih ibu itu. Sebenernya tergantung kepribadian masing-masing, kalo aku sih lebih suka ngerjain tugas di tempat yang sepi, biar bisa konsentrasi dan cepet kelar. Aku bukan tipe orang yang bisa nongki-nongki sama temen sambil bikin tugas. Bisa sih kayak gitu, tapi ya dijamin ga bakal kelar, bakal lebih banyak ngobrolnya.

Kedua, pas jaman ospek tuh berasa banget kayak di kerja rodi. Harus siap mental dan fisik. Tapi kalo kuliah mah udah ga jaman tuh senior marah-marah ga jelas, tenang aja. Intonasi suara mereka emang menggelegar, tapi mereka ga bakal marah kalo kita ngga melakukan kesalahan, ga ada kok yang main sindir-sindiran dsb, aman, ga ada yang menusuk hati. Karena bahaya kan kalo sampe sakit hati, terus dendam. Eh tapi ini yang aku alami di fakultas dan jurusan aku yaaa, kurang tau sih kalo di fakultas dan jurusan lain. Kalo ospek univ mah ga berasa, ga ngaruh apa-apa. Ospek fakultas dan ospek jurusan yang bermanfaat banget. Walaupun cape berdiri, cape duduk, cape bawa ransel berat, cape pake pantofel, cape dengerin seniornya teriak-teriak, cape disuruh lari-lari, cape disuruh serba cepat, bahkan makan aja di timer, tapi semua itu ga sia-sia, materi-materi yang di sediakan itu sangat membantu dan sangan bermanfaat untuk di dunia perkuliahan kita. Pematerinya juga hebat-hebat, senior-senior yang aktif, yang kreatif, yang inspiratif, yang berprestasi di berbagai bidang, keren semua deh. Ga bakal nyesel ikut ospek, kalo bisa bikin termotivasi kayak gitu.

Ketiga, tugas di kuliah udah ngga kayak jaman sekolah lagi. Kalo dulu waktu sekolah ngga ngerjain tugas pun kadang bisa bilang ke guru kalo bukunya ketinggalan, ngerjain tugas di sekolah juga ga masalah, nyalin tugas temen juga bisa, mau asal copast juga gapapa. Tapi semua itu ga bisa lagi dilakuin saat kuliah. Ga ngumpulin pas deadline, yaudah kelar. Dosen ga bakal ngurusin mau kalian udah ngerjain atau belum, intinya sih yang ngerjain dapet nilai, yang ga ngerjain ga dapet nilai. Mau ngerjain di kelas juga ngga semua tugas itu mudah dan bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Mau nyalin tugas temen? yakin temennya mau ngasih? Asal copast? harus ada sitasi dan daftar pustaka dari sumber yang jelas, bahkan ada yang diwajibkan untuk menggunakan sumber buku luar, tidak boleh mengutip dari blog, dsb.

Keempat, kuliah ga sesantai yang dibayangkan loh, tugas datang silih berganti bagai rintik air hujan. Kalaupun ada yang keliatannya santai banget, itu karena dia pinter membagi waktu. Dengan tugas yang seabrek, bukan berarti kamu ngga bisa have fun kok. Yang selalu aku tanemin dalam pikiraku "Tuhan ga akan ngasih hambanya cobaan yang ga bisa dilewati" jadi kalaupun dapet tugas atau masalah yang berat, itu pasti bisa dilalui, pokoknya jalani aja sesuai prosedur, badai kan pasti berlalu :)

Kelima, jauh dari orangtua ternyata ga enak loh. Bagi para remaja yang menginginkan kebebasan mungkin selama beberapa minggu bakal puas banget jauh dari orangtua. Tapi lama-lama rasanya sepi loh, ga ada yang bangunin, ga ada yang sering cerita sambil nasihatin, ga ada yang nanya-nanya apa gitu, ga ada yang masakin, ga ada yang bisa bikin tenang kalo lagi gelisah, pokoknya kebiasaan-kebiasaan yang dulu sering dilakuin pas ada orangtua jadi ada yang beda pas jauh dari orangtua. Kalo dijabarin disini sih poin kelima ini ga bakal kelar, banyak banget yang bikin kangen orangtua, kangen adek, kangen rumah, kangen semuanya deh.

Okedeh udahan dulu ceritanya :)

 

bloomingbloom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos